
Ketua Kelompok Kerja Humas dan Informasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bali, dr Mangku Nyoman Karmaya menyebutkan, dari hasil survei hingga Oktober 2010 sebanyak 673 ibu hamil mengidap HIV.
"Data terakhir survei pakar epidemologi Universitas Udayana hingga Oktober 2010 menunjukkan, ada 1,2 persen dari 56 ribu ibu hamil di Bali mengidap HIV atau sebanyak 673 orang ibu hamil yang mengidap HIV/tahun," katanya di Denpasar, Jumat.
Pada seminar "Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS", ia mengatakan, perlu program mencegah penularan ibu ke anak (preventing mother to child transmission/PMTCT) secara dioptimalkan dalam upaya memutus virus yang menyerang kekebalan tubuh tersebut.
"Kita harus semua peduli terhadap HIV/AIDS dalam menyelamatkan warga atau generasi penerus, sebab penyakit ini hingga kini belum ada obatnya," ucapnya.
Bila tidak optimal menjalankan program PMTCT maka diperkirakan yang akan tertular ke bayi di Bali sebanyak 30-50 persen atau sekitar 380 bayi di Bali lahir dengan HIV setiap tahunnya.
"Ini sangat disayangkan, karena bayi-bayi tidak berdosa tersebut harus lahir dengan HIV dan mereka adalah generasi penerus Bali," ujarnya.
Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) asal pemilihan Bali, IGN Alit Kesuma Kelakan mengatakan, kasus HIV/AIDS di Pulau Dewata semakin hari semakin memprihatinkan.
Berdasarkan catatan KPA Provinsi Bali, estimasi kasus HIV di Bali hingga Agustus tahun 2010 mencapai tujuh ribu kasus.
Namun total jumlah kasus yang dilaporkan hingga Agustus 2010 hanya berjumlah 3.659 kasus.
"Minimnya jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan ke KPA Bali tersebut merupakan fenomena gunung es, di mana jumlah pengidap yang terlihat jauh lebih kecil dari jumlah yang sebenarnya.
Hal tersebut disebabkan sebagian masyarakat masih enggan memeriksakan diri, karena masih ada stigma dan diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS di masyarakat.
Sumber : Tribunews